Spread the love
Mayamedianews.com – Jakarta. Menkominfo Johnny G. Plate menyatakan pemerintah meyakini lembaga penyiaran swasta yang ditetapkan oleh panitia seleksi untuk menjadi penyelenggara multipleksing adalah mereka yang mempunyai kemampuan dalam mendukung implementasi migrasi TV digital dan ASO

Penyiaran TV Digital adalah momentum transformasi digital Indonesia untuk melakukan lompatan-lompatan kemajuan menuju Indonesia maju.  Sejak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja, persoalan penyiaran TV Digital Teresterial mulai dikebut. Langkah-langkah migrasi dari penyiaran analog pun telah mulai dilakukan oleh pemerintah melalui Menteri Komunikasi dan Informatika. Langkah cepat ini tidak lain, sebagai amanah dari UU Cipta Kerja Pasal 60 A (ayat 2), yaitu Migrasi penyiaran televise terrestrial dari teknologi analog ke teknologi digital sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan penghentian siaran analog (analog switch off) diselesaikan paling lambat 2 (dua) tahun sejak mulai berlakunya Undang- Undang ini.

Berdasarkan hal tersebut, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jakarta pun terus melakukan koordinasi dengan para stakeholder penyiaran guna menyosong Analog Swicth Off (ASO) penyiaran analog menuju penyiaran televisi digital. Tentunya, persoalan penyiaran digitalisasi bukan hanya sekedar  persoalan alih teknologi, melainkan banyak faktor yang memiliki korelasi terkait adanya migrasi, seperti adanya kesiapan masyarakat, perangkat atau media penerima siaran televisi digital, dan konten materi siaran. Tentunya ini pekerjaan rumah besar dan harus diselesaikan secepatnya, mengingat waktu 2 (dua) tahun adalah waktu yang singkat.

Ketua Tim Evaluasi dan Seleksi Penyelenggara Mutipleksi Siaran Televisi Digital Terestrial Marvels P. Situmorang menyebutkan dari 13 lembaga penyiaran swasta yang mendaftar terdapat sembilan yang melengkapi dokumen keikutsertaannya.

“Penilaian dokumen permohonan telah mempertimbangkan berbagai aspek bisnis dan teknis untuk menghasilkan penilaian yang menyeluruh,” ungkap Marvels.

“Hal ini meliputi kemampuan pendanaan untuk membangun multipleksing sampai dengan kemampuan untuk menyelesaikan pembangunan multipleksing sesuai dengan jangka waktu dan memenuhi persyaratan teknis dalam pengoperasian multipleksing agar dapat diandalkan dalam persiapan menghadapi ASO,” tandasnya.

MetroTV termasuk dalam salah satu lembaga penyiaran swasta yang mendapatkan kesempatan dan dinyatakan siap untuk memanfaatkan multiplexing menggelar siaran televisi digital di sejumlah wilayah yaitu Sumatera Barat, Lampung, Kep. Bangka Belitung, Bali, NTT, NTB, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

NO PROVINSI

(WILAYAH LAYANAN)
PEMENANG SELEKSI JUMLAH MUX
1 Sumatera Barat – 1 ANTV Metro TV   2
2 Riau – 1 Trans TV tvOne   2
3 Jambi – 1 Indosiar Trans TV   2
4 Sumatera Selatan – 1 Indosiar Trans7   2
5 Bengkulu – 1 Indosiar RCTI   2
6 Lampung – 1 ANTV Metro TV NTV 3
7 Kepulauan Bangka Belitung – 1 RCTI Metro TV   2
8 Bali ANTV Metro TV NTV 3
9 Nusa Tenggara Barat – 1 Metro TV SCTV   2
10 Nusa Tenggara Timur – 1 Metro TV RCTI   2
11 Kalimantan Barat – 1 Indosiar Trans TV   2
12 Kalimantan Tengah – 1 SCTV Trans TV   2
13 Sulawesi Utara – 1 Metro TV Trans TV   2
14 Sulawesi Tengah – 1 RCTI SCTV   2
15 Sulawesi Selatan – 1 Metro TV RCTI   2
16 Sulawesi Tenggara – 1 Metro TV SCTV   2
 

 

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *