Spread the love
MayaMediaNews.com JAKARTA – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menetapkan sidang putusan atau vonis perkara dugaan suap penghapusan red notice Interpol dengan Terdakwa Brigjen Prasetijo Utomo pada Rabu, 10 Maret 2021.
Hakim ketua Muhammad Damis mengatakan majelis hakim akan bermusyawarah dulu untuk memutus perkara suap yang menyeret Prasetijo di kasus Djoko Tjandra itu.
“Majelis hakim akan bermusyawarah mengambil putusan hari Rabu tanggal 10 Maret 2021,” ucap Damis dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (1/3/2021).
Dalam dupliknya, Brigjen Prasetijo meminta majelis hakim mengabulkan permohonan Justice Collaborator yang ia ajukan.
Melalui kuasa hukumnya Rolas Sitinjak, Prasetijo beralasan JPU tak dapat membuktikan pelanggaran pidana yang dilakukannya dalam perkara ini. Selain itu, Prasetijo juga telah mengembalikan uang 200 ribu dolar AS.
“Oleh karenanya, kami meminta permohonan Justice Collaborator dapat dikabulkan majelis hakim,” kata Rolas di persidangan.
Kuasa hukum juga menyatakan dakwaan JPU tidak terbukti secara sah. Sehingga meminta majelis hakim untuk menolak dan membebaskan Prasetijo dari segala tuntutan.
Majelis hakim juga diminta memulihkan dan merehabilitasi nama baik Prasetijo yang sudah tercoreng akibat terseret dalam kasus Djoko Tjandra.
“Merehabilitasi nama baik, harkat martabat terdakwa dan membebankan perkara a quo kepada negara,” kata Rolas
Diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Mantan Kepala Koordinasi dan Pengawasan (Karo Korwas) PPNS Bareskrim Polri, Brigjen Prasetijo Utomo dengan 2 tahun 6 bulan penjara dan denda pidana sebesar Rp100 juta subsider 6 bulan penjara. Kuasa Hukum Brigjen Prasetijo Utomo Rolas Sitinjak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *