Spread the love
MayaMediaNews.com – Jakarta. Sidang lanjutan Mantan Kadiv Hubungan Internasional ( Hubinter) Polri Irjen Napoleon Bonaparte terdakwa kasus dugaan suap pengurusan red notice Djoko Soegiarto Tjandra membacakan nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (22/2/2021).
Napoleon menyebut tindakan cepat polisi mengusut perkara Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra tak berdampak pada kepuasan masyarakat. Sebaliknya, publik justru curiga.
“Tindakan cepat dan tegas pimpinan Polri tersebut ternyata belum memuaskan publik, justru membangun kecurigaan akan adanya dugaan perbuatan pidana,” kata Napoleon.
Pengacara Terdakwa Napoleon, Gunawan Raka Sh. menilai “Tadi sudah dijelaskan intinya tidak ada barang uang, perbuatan juga tidak dilakukan, yang menyebabkan red notice adalah pihak imigrasi, trus permohonan perpanjangan dari kejagung terbukti selama 10 tahun tidak ada. Jadi Pertama posisi kasusnya ada tidak adanya red notice peranan Divisi Hubungan Internasional itu, memang sudah hapus dari lyon, Perancis”.
“Kedua, ketika data yang di Lyon, Perancis kemudian diinformasikan Interpol Indonesia lalu dilanjutkan ke Imigrasi, itupun tidak ada permintaan penghapusan DPO (Daftar Pencarian Orang), karena Divisi Hubungan Internasional tidak berwenang untuk mengajukan atau menghapus DPO, itu ada di pihak Imigrasi lalu menyangkut uang sampai saat ini tidak ada barang bukti uang yang ditunjukkan dipersidangan, transaksi atau foto tidak ada sama sekali”.
Sementara itu, Kuasa Hukum Terdakwa Santrawan T. Paparang Menambahkan terkait kliennya ada dua alasan agar kliennya bisa dipindahkan ke Rutan Mako Brimob “Pertama, keselamatan Napoleon itu sendiri. Kedua, mewabahnya penyebaran covid-19 di Rutan Bareskrim”.
“Karena itu situasinya sangat mendesak, mengingat juga bahwa untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan maka surat itu dengan segala hormat disampaikan ke Yang Mulia untuk selanjutnya dipertimbangkan”, tandas Santrawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *